Lebih dari Sekadar Pantai, Inilah Batu Mentas!
Selama ini, Belitung identik dengan pantai-pantai berpasir putih dan batu granit besar yang eksotis. Tapi, siapa sangka bahwa pulau ini juga menyimpan keindahan alam lainnya yang tak kalah memukau—Batu Mentas. Terletak di kaki Gunung Tajam, Batu Mentas adalah kawasan ekowisata yang menawarkan suasana hutan tropis alami, sungai jernih, air terjun kecil, dan kehidupan flora-fauna endemik yang eksotis.
Kalau kamu ingin merasakan sisi lain dari Belitung yang lebih hijau, sejuk, dan dekat dengan alam liar, Batu Mentas adalah tempat yang wajib kamu kunjungi. Dalam artikel ini, kita akan membahas semua tentang Batu Mentas: dari sejarah, keunikan, aktivitas seru, hingga tips biar kamu bisa liburan dengan nyaman dan bertanggung jawab.
1. Lokasi dan Akses Menuju Batu Mentas
Batu Mentas terletak di Desa Kelekak Datuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Tanjung Pandan, kamu bisa menempuh perjalanan sekitar 45 menit hingga 1 jam dengan mobil atau motor.
Rute menuju lokasi:
- Dari pusat kota, arahkan kendaraan ke arah Gunung Tajam
- Ikuti papan petunjuk menuju Desa Kelekak Datuk
- Akses jalannya cukup baik, meski di beberapa titik kamu akan melewati jalan berbatu dan sempit
Kesan pertama saat sampai? Hawa sejuk, suara alam, dan suasana yang benar-benar bikin hati tenang.

2. Sejarah Singkat dan Konsep Ekowisata
Batu Mentas awalnya merupakan kawasan hutan lindung yang mulai dikenal publik setelah komunitas KPLB (Kelompok Peduli Lingkungan Belitung) mengembangkan kawasan ini sebagai ekowisata berbasis konservasi. Tujuannya adalah memperkenalkan kekayaan alam Belitung sekaligus melestarikan lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal.
Kawasan ini juga menjadi tempat konservasi Tarsius Bancanus Saltator, primata kecil endemik Pulau Belitung yang hanya aktif di malam hari dan terancam punah.
3. Daya Tarik Utama Batu Mentas
🌲 Hutan Tropis yang Asri
Dikelilingi hutan alami dengan pohon-pohon tinggi dan udara segar, tempat ini menjadi pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota.
💦 Sungai Jernih dan Air Terjun Mini
Aliran sungai yang berasal dari Gunung Tajam memiliki air super jernih, dingin, dan bisa langsung diminum. Beberapa spot membentuk kolam alami yang cocok untuk berenang atau sekadar merendam kaki.
🐒 Habitat Satwa Liar
Selain tarsius, di sini juga ada:
- Lutung
- Burung-burung endemik
- Kupu-kupu eksotis
🏕️ Camping dan Glamping
Tersedia area perkemahan dan fasilitas glamping (camping mewah) untuk kamu yang ingin lebih lama menikmati suasana alam.
🚣 Aktivitas River Tubing
Buat kamu yang suka tantangan ringan, ada aktivitas river tubing menyusuri sungai jernih dengan ban pelampung. Seru, aman, dan pastinya bikin segar badan.
4. Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Batu Mentas
🧘♀️ Meditasi dan Yoga
Suasana hening dan alami membuat tempat ini ideal untuk relaksasi jiwa.
📸 Hunting Foto Alam
Spot-spot foto Instagramable dengan latar belakang pepohonan, batu besar, dan aliran sungai yang eksotis.
🛶 River Tubing
Menjelajahi sungai dengan ban besar sambil menikmati pemandangan alam.
🔭 Night Safari (Tarsius Observation)
Jika kamu bermalam, kamu bisa ikut tur malam untuk melihat tarsius dengan panduan ranger lokal.
🍃 Edukasi Lingkungan
Tersedia paket edukasi bagi pelajar atau wisatawan umum tentang konservasi hutan dan pelestarian satwa.
🔥 Barbeque dan Api Unggun
Fasilitas api unggun dan tempat barbeque cocok untuk keluarga atau rombongan.
5. Fasilitas di Kawasan Batu Mentas
- Area parkir
- Toilet dan kamar mandi bersih
- Area makan dan warung lokal
- Saung bambu untuk bersantai
- Glamping dan penginapan sederhana
- Jalur tracking dan jembatan bambu
- Tour guide lokal
Fasilitasnya memang tidak semewah resort, tapi cukup nyaman dan tetap mempertahankan konsep alami.
6. Tips Wisata ke Batu Mentas
- Bawa pakaian ganti jika ingin main air
- Gunakan alas kaki anti selip
- Bawa lotion anti nyamuk dan sunblock
- Jangan berisik jika ingin melihat hewan liar
- Siapkan senter/headlamp jika menginap
- Hargai alam: jangan buang sampah sembarangan
7. Waktu Terbaik Berkunjung
Batu Mentas bisa dikunjungi sepanjang tahun, tapi waktu terbaik adalah:
- Musim kemarau (April – Oktober)
- Datang pagi hari untuk menikmati udara segar dan momen sepi
Hindari musim hujan jika ingin camping atau tubing agar lebih aman dan nyaman.
8. Harga Tiket dan Paket Wisata
Harga bisa berubah, tapi rata-rata:
- Tiket masuk: Rp10.000 – Rp20.000
- River tubing: Rp50.000 – Rp100.000 per orang
- Camping/glamping: Rp150.000 – Rp300.000 per malam
- Paket edukasi/tour tarsius: Rp25.000 – Rp50.000
Semua harga cukup terjangkau dan langsung mendukung komunitas lokal.
9. Testimoni Wisatawan
“Sungainya jernih banget! Berasa minum langsung dari alam. Sangat tenang dan bikin rileks.” – Sari, Jakarta
“Bisa lihat tarsius langsung di habitatnya itu pengalaman langka banget.” – Budi, Bandung
“Camping di sini berasa reconnect dengan diri sendiri. Alamnya masih asli dan damai.” – Rina, Yogyakarta
10. Batu Mentas dan Masa Depan Wisata Ramah Lingkungan
Batu Mentas bukan sekadar tempat wisata, tapi juga representasi dari bagaimana alam dan manusia bisa hidup berdampingan.
Dengan tetap mempertahankan prinsip konservasi, Batu Mentas memberikan contoh bahwa pariwisata tidak harus merusak, tapi bisa menjadi alat edukasi dan pelestarian.
Jika dikelola dengan baik dan didukung wisatawan yang bertanggung jawab, Batu Mentas bisa terus menjadi paru-paru hijau dan pusat wisata berkelanjutan di Belitung.
Kesimpulan: Batu Mentas, Tempat di Mana Alam dan Jiwa Bertemu
Kalau kamu ke Belitung dan sudah puas menjelajahi pantai-pantainya, coba luangkan waktu untuk ke Batu Mentas. Tempat ini bukan hanya sekadar lokasi wisata, tapi juga pengalaman menyeluruh yang menyentuh jiwa.
Ketenangan, keindahan, dan pelajaran tentang alam semua bisa kamu dapatkan di sini. Jadi, kapan kamu mau menyusuri sungai jernih dan menyapa tarsius kecil di hutan Belitung? 🌳💦🐒

Leave a Reply